Jadi begini
ceritanya, kami adalah kelompok yang berisi 3 orang, nama kami adalah Michelle
A, Linda, dan Christabella. Ini adalah tugas kami yang diberikan sekolah. Tugas
ini meminta kami untuk membuat sebuah blog yang menarik tentang study tour kami di Live in Peniwen. Kami bersekolah di SMA
Kr. Masa Depan Cerah Surabaya, kami dibentuk dari kelompok Peniwen yang sama
yaitu kelompok PILUS, hmmm... memang jayus namanya ya, masa PILUS -_- , Peniwen
Indah Luarbiasa Untuk Selamanya, begitulah kepanjangan dari PILUS, bukan PILUS
kacang itu ya -_- , dan... uniknya kami berasal dari tempat yang berbeda beda,
salah satu dari kami adalah orang Surabaya, yang lainnya Malang, dan yang
satunya nyasar entah dari mana tiba-tiba sampai ke Surabaya. Katanya sih dia
dari Kalimantan. Cuma nyasar kok jauh jauh ya? XD . BTW, mari kita memulai
perjalanan kami di peniwen... Check it
out!!!
Kami berangkat dari Surabaya jam
8 pagi dan sampai di sana 1 siang. Peniwen terletak di kaki gunung kawi di
kabupaten malang, kecamatan kromengan. Dengan kata lain, salah satu dari kami
pulang kampung! Halo si Malang!! Di sana, si Surabaya dan Kalimantan tinggal di
rumah yang sama yang telah ditentungkan oleh guru. Namun si Malang malang
sekali nasibnya! Dia terpisah dari kami dan tinggal bersama si Kalimantan 2,
kalimantan 3, dan si Jakarta.
Selama di sana, kami mempelajari
banyak hal. Terutama mengenai
kekristenan yg telah memberi banyak dampak bagi masyarakat yang tinggal di
sana. Kami memang ingin lebih tahu tentang dampak kekristenan di desa ini,
karena katanya sih, 98% penduduknya beragama kristen dannnn... kami ingin
membagi pengetahuan yang kami dapat ini kepada kalian semua, semoga kalian
tertarik untuk membacanya dan tertarik dengan program yang diadakan oleh
sekolah kami. Nah, mari kita mulaiii.
Peniwen adalah desa yang 98%
penduduknya beragama Kristen. Katanya nih, awalnya, desa ini merupakan hutan
dimana hutan ini dijadikan tempat persembunyian begal dan perampok, serta
diyakini memiliki kekuatan gaib di dalam hutan itu. Hingga, hutan tersebut
dibuka menjadi sebuah desa oleh seseorang yang bernama Kiyai Sakeyus Kasanawi
bersama dengan 20 kepala keluarga yang dibawa oleh beliau. Desa ini berada di
Barat kecamatan Kromengan. Wah, memang si Kiyai ini berani sekali yah!
Nama
desa ini berasal dari bahasa Jawa yaitu, Peni yang berarti elok serta Wen
(berasal dari kata Deduwen) yang berarti harta sheingga dapat disimpulkan
peniwen berarti Harta yang Elok. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian
sebagai petani, banyak juga yang memiliki peternakan kecil di belakang rumah
mereka masing-masing. Di sana, udaranya sejuk saat malam hari karena desa ini
terletak di daerah dataran tinggi, yaitu kaki gunung Kawi. Desa ini dibagi
menjadi 3 dusun/kampung, yaitu Dusun Kertorejo (RW I dan II) yang terdiri dari
blok Kalongan, Kampung Tengah, Putuk Rejo dan Sidokerto; Dusun Ringinpitu (RW
III) yang terdiri dari blok Ringinpitu Lord an Ringinpitu Kidul; dan yang
terakhir adalah Dusun Purwosari (RW IV dan V) yang terdiri dari blok Krajan dan
Sumbersari.
Bahasa yang digunakan penduduk di sana tetap bahasa Jawa atau bahasa
Indonesia. Contoh beberapa organisasi yang ada di sana yaitu, PKK (tempatnya
ibu-ibu ngumpul nih wakakakaka XD), KPPW (tempatnya ibu-ibu juga nih yang
berada di GKJW), serta organisasi-organisasi lainnya. Mereka juga memiliki
tarian-tarian daerah seperti, Marlena dan Gento. Teknologi komunikasi di sana
sudah cukup berkembang, misalnya adanya laptop yang sudah dipakai anak-anak
untuk mengerjakan tugas sekolah mereka, handphone, dan lain-lain. Sedangkan, peralatan yang mereka gunakan
untuk bertani misalnya, kebanyakan mereka masih menggunakan cara tradisional.
Tradisi dan adat istiadat yang ada di Peniwen :
A.
Sambang Sinambungan
1)
Intern
kunjungan ke tetangga dalam setiap
kelompok wilayah. Dilaksanakan setiap hari Kamis jam 18.30 WIB.
2)
Ekstern
Silahturami antar desa, untuk
menjalin rasa persaudaraan, contohnya, saling berkunjung pada saat hari raya
keagamaan.
B.
Jumatan
Kelompok
anak-anak dan remaja yang saling berkunjung. Dilakukan setiap hari Jumat jam
15.00 WIB.
C.
Sabtuan
Kunjungan
para pemuda dan remaja. Dilakukan setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB.
D.
Layat
Belasungkawa
saat ada warga yang meninggal dunia.
E.
Jagong
Urusan
dewasa yang dilakukan pada saat keperluan tertentu.
Contoh
: pada saat ada yang melahirkan, warga yang lain berkunjung membawa
buah-buahan, makanan, dan sebagainya.
F.
Tirakatan
Kegiatan
yang dilakukan malam sebelum hari jadi (nasional, keagamaan, dan lain-lain).
Dilakukan semua dusun.
G.
Selamatan
Ritual
untuk momen tertentu, coraknya didominasi pemahaman Kristiani.
H.
Gotong royong / Kemasyarakatan
ü
Kerja bakti
ü
Sayan
ü
Nyinoman (dilakukan 1 minggu penuh, upah yang
membantu hanya berupa makanan)
ü
Gugur gunung
ü
Susuk wangan (membersihkan aliran sungai)
I.
Bersih desa
Rasa
syukur kepada Tuhan, karena terhindar dari bencana dan atas berkat-berkat yang
melimpah. Dilakukan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 30 Juni.
J.
Keleman
Doa
bersama untuk meminta hujan, biasanya pada saat pergantian musim, dari musim
kemarau ke musim hujan, katanya, agar hasil panennya bagus. Dilakukan setiap
tanggal 30 Oktober.
K.
Unduh-unduh
Ungkapan
syukur warga karena hasil panen yang didapatkan. Dilakukan 1 tahun 2x.
Dan ini
ada beberapa gambar yang kami ambil pada waktu di desa Peniwen...
Sekian
dulu ya cerita dan informasi tentang desa peniwen dari kami...sampai jumpa di
kesempatan lainnya!!!!!!