Rabu, 21 Oktober 2015

Peniwen Story



Jadi begini ceritanya, kami adalah kelompok yang berisi 3 orang, nama kami adalah Michelle A, Linda, dan Christabella. Ini adalah tugas kami yang diberikan sekolah. Tugas ini meminta kami untuk membuat sebuah blog yang menarik tentang study tour kami di Live in Peniwen. Kami bersekolah di SMA Kr. Masa Depan Cerah Surabaya, kami dibentuk dari kelompok Peniwen yang sama yaitu kelompok PILUS, hmmm... memang jayus namanya ya, masa PILUS -_- , Peniwen Indah Luarbiasa Untuk Selamanya, begitulah kepanjangan dari PILUS, bukan PILUS kacang itu ya -_- , dan... uniknya kami berasal dari tempat yang berbeda beda, salah satu dari kami adalah orang Surabaya, yang lainnya Malang, dan yang satunya nyasar entah dari mana tiba-tiba sampai ke Surabaya. Katanya sih dia dari Kalimantan. Cuma nyasar kok jauh jauh ya? XD . BTW, mari kita memulai perjalanan kami di peniwen... Check it out!!!
                Kami berangkat dari Surabaya jam 8 pagi dan sampai di sana 1 siang. Peniwen terletak di kaki gunung kawi di kabupaten malang, kecamatan kromengan. Dengan kata lain, salah satu dari kami pulang kampung! Halo si Malang!! Di sana, si Surabaya dan Kalimantan tinggal di rumah yang sama yang telah ditentungkan oleh guru. Namun si Malang malang sekali nasibnya! Dia terpisah dari kami dan tinggal bersama si Kalimantan 2, kalimantan 3, dan si Jakarta.
                Selama di sana, kami mempelajari  banyak hal. Terutama mengenai kekristenan yg telah memberi banyak dampak bagi masyarakat yang tinggal di sana. Kami memang ingin lebih tahu tentang dampak kekristenan di desa ini, karena katanya sih, 98% penduduknya beragama kristen dannnn... kami ingin membagi pengetahuan yang kami dapat ini kepada kalian semua, semoga kalian tertarik untuk membacanya dan tertarik dengan program yang diadakan oleh sekolah kami. Nah, mari kita mulaiii.
                Peniwen adalah desa yang 98% penduduknya beragama Kristen. Katanya nih, awalnya, desa ini merupakan hutan dimana hutan ini dijadikan tempat persembunyian begal dan perampok, serta diyakini memiliki kekuatan gaib di dalam hutan itu. Hingga, hutan tersebut dibuka menjadi sebuah desa oleh seseorang yang bernama Kiyai Sakeyus Kasanawi bersama dengan 20 kepala keluarga yang dibawa oleh beliau. Desa ini berada di Barat kecamatan Kromengan. Wah, memang si Kiyai ini berani sekali yah!
Nama desa ini berasal dari bahasa Jawa yaitu, Peni yang berarti elok serta Wen (berasal dari kata Deduwen) yang berarti harta sheingga dapat disimpulkan peniwen berarti Harta yang Elok. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, banyak juga yang memiliki peternakan kecil di belakang rumah mereka masing-masing. Di sana, udaranya sejuk saat malam hari karena desa ini terletak di daerah dataran tinggi, yaitu kaki gunung Kawi. Desa ini dibagi menjadi 3 dusun/kampung, yaitu Dusun Kertorejo (RW I dan II) yang terdiri dari blok Kalongan, Kampung Tengah, Putuk Rejo dan Sidokerto; Dusun Ringinpitu (RW III) yang terdiri dari blok Ringinpitu Lord an Ringinpitu Kidul; dan yang terakhir adalah Dusun Purwosari (RW IV dan V) yang terdiri dari blok Krajan dan Sumbersari.
Bahasa yang digunakan penduduk di sana tetap bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. Contoh beberapa organisasi yang ada di sana yaitu, PKK (tempatnya ibu-ibu ngumpul nih wakakakaka XD), KPPW (tempatnya ibu-ibu juga nih yang berada di GKJW), serta organisasi-organisasi lainnya. Mereka juga memiliki tarian-tarian daerah seperti, Marlena dan Gento. Teknologi komunikasi di sana sudah cukup berkembang, misalnya adanya laptop yang sudah dipakai anak-anak untuk mengerjakan tugas sekolah mereka, handphone, dan lain-lain.  Sedangkan, peralatan yang mereka gunakan untuk bertani misalnya, kebanyakan mereka masih menggunakan cara tradisional. 


Tradisi dan adat istiadat yang ada di Peniwen :
        A.      Sambang Sinambungan
1)      Intern
kunjungan ke tetangga dalam setiap kelompok wilayah. Dilaksanakan setiap hari Kamis jam 18.30 WIB.
2)      Ekstern
Silahturami antar desa, untuk menjalin rasa persaudaraan, contohnya, saling berkunjung pada saat hari raya keagamaan.
        B.      Jumatan
       Kelompok anak-anak dan remaja yang saling berkunjung. Dilakukan setiap hari Jumat jam 15.00 WIB.
       C.      Sabtuan
       Kunjungan para pemuda dan remaja. Dilakukan setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB.
       D.      Layat
      Belasungkawa saat ada warga yang meninggal dunia.
       E.       Jagong
      Urusan dewasa yang dilakukan pada saat keperluan tertentu.
       Contoh : pada saat ada yang melahirkan, warga yang lain berkunjung membawa buah-buahan,     makanan, dan sebagainya.
       F.       Tirakatan
        Kegiatan yang dilakukan malam sebelum hari jadi (nasional, keagamaan, dan lain-lain). Dilakukan semua dusun.
        G.     Selamatan
     Ritual untuk momen tertentu, coraknya didominasi pemahaman Kristiani.
       H.      Gotong royong / Kemasyarakatan
ü  Kerja bakti
ü  Sayan
ü  Nyinoman (dilakukan 1 minggu penuh, upah yang membantu hanya berupa makanan)
ü  Gugur gunung
ü  Susuk wangan (membersihkan aliran sungai)
        I.        Bersih desa
        Rasa syukur kepada Tuhan, karena terhindar dari bencana dan atas berkat-berkat yang melimpah.  Dilakukan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 30 Juni.
        J.        Keleman
        Doa bersama untuk meminta hujan, biasanya pada saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan, katanya, agar hasil panennya bagus. Dilakukan setiap tanggal 30 Oktober.
        K.      Unduh-unduh
         Ungkapan syukur warga karena hasil panen yang didapatkan. Dilakukan 1 tahun 2x.

                Dan ini ada beberapa gambar yang kami ambil pada waktu di desa Peniwen...




    

     Sekian dulu ya cerita dan informasi tentang desa peniwen dari kami...sampai jumpa di kesempatan lainnya!!!!!!
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar